RINDU TANPA RENCANA

Tetap semangat walau terkandang kenyataan hidup itu berat. Karena rebahan sambil bermimpi pun juga menambah berat. Jangan RINDU, makin berat.

Halim Perdana Kusuma, 28 October 2020, 06.30 AM

“Terima Kasih Tuhan untuk Rencana Tuhan hari ini. Saya akhiri misa harian online dengan ucapan syukur.

Setelah sebelumnya saya pernah gagal BERNEGOSIASI dengan Tuhan, masih ada rasa tidak percaya dalam hati bahwa petualangan saya nanti akan dimulai dari tempat ini. Petualangan yang berawal dari Rindu tanpa Rencana dan berubah menjadi perjalanan spiritual seperti Biksu Tom Sam Cong yang pergi mencari kitab suci kebarat. Sambil tersenyum saya buka kembali 2 contact whatsapp dimana hanya mereka yang mengetahui bahwa sang perindu ini akan datang.

Contact 1 : “Put, masih menunggu dirimu.” Me : Baiklah suster,,, I’m comming :*

Me : See you tommorow. Tidur cukup ya. Contact 2 : “Siap mb, jangan lupa bawa jaket tebel.

Masih kurang 1,5 jam lagi hingga waktu pernerbangan saya diberangkatkan. Saya ambil laptop, sambil membaca beberapa email dan pekerjaan yang mungkin masih dapat diselesaikan sebelum petualangan dimulai.

Tak lama masuk sebuah pesan whatsapp

Ibu : Put, posisi dimana say? Pesawat jam berapa dari Jakarta?

Orang ketiga??? Yes, sebelumnya saya memang mengatakan hanya 2 orang yang mengetahui bahwa sang perindu ini akan datang. Lalu bagaimana mungkin ada orang ketiga??? (Backsound : Ku menangis,,, -Rossa Hati Yang Kusakiti)

Flashback 5 hari sebelum hari ini, saya bertelpon ria dengan kedua orang tua saya. Karena ada perihal yang urgent dan mengharuskan saya untuk pulang, akhirnya saya pun mengaku, kepada Allah yang mahakuasa dan kepada saudara sekalian terutama kepada orang tua saya, bahwa saya akan pulang.

Bagi saya, orang tua adalah wakil Allah di dunia. Dengan atau tanpa kita sadari bahwa ikatan batin orang tua dengan anak-anaknya tidak dapat dipisahkan. Apapun yang tersembunyi dari diri kita, suatu saat mereka akan mengetahui dengan cara-Nya. Karena kebahagiaan maupun kesedihan yang kita alami akan turut mereka rasakan.

Bandara Halim Perdana Kusuma

Buat Suster terkaih dan My Sister In Crime, terima kasih sudah menjaga rahasia ini, walaupun pada akhirnya ketahuan juga dan kejutan pun gagal. >,<

Departure call,,, Saya yang RINDU ini akan datang tanpa RENCANA.

JOGJA, I’m Comming.

Recommended Articles