JALAN KEANEKARAGAMAN ANUGERAH ALLAH

Pulanglah Mereka ke Negrinya Melalui Jalan Lain.

Senin, 26 Desember 2022 – 07.00 AM

Pak Budi : “Gak libur toh?”

Saya : “Hahaha. Gak pak. Kejar setoran sampai akhir tahun.

Percakapan singkat pagi dengan salah satu penghuni kos menghantarkan saya menuju tempat bekerja.  

Setelah 1 minggu latihan koor tanpa henti, dan bertugas koor selama 2 hari berturut turut, tetap memaksa raga untuk menjalankan tanggung jawab tugas negara. Berbekal euforia pesta Natal dan bersama raga yang lelah dan suara yang sangat mendukung cuaca (serak-serak basah), langkah kaki tetap dalam jalur sukacita dan semangat.

Secangkir kopi hangat didalam ruang kantor yang dingin dan kosong  membawa pikiran berkelana dalam hening. Mengingatkan saya pada Misa dan pesta Natal “Anak Berkebutuhan Khusus” pada minggu kemarin.

Menjadi seorang Legioner dan bersama rekan lainnya yang sudah biasa melayani sebagai Koor pada Misa Mingguan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), dalam benak mengatakan mungkin Misa Natal kali ini akan tampak sangat seperti biasa.

Salah!! Benak ini salah!!

Pada Misa mingguan saya melihat mereka yang berkebutuhan khusus rutin menjadi organis, pemazmur dan lektor memang sudah biasa. Tapi tidak kali ini. Melihat mereka dapat memainkan “Tablo Kelahiran Yesus” setelah Misa Natal adalah hal yang sangat luar biasa.

Dalam proses pemeran bisa berlarian. Narasi bisa menjadi tidak beraturan. Bahkan ada yang hanya diam ditempat tidak melakukan apapun. Mungkin bagi sebagian orang melihat mereka bermain didalam tablo adalah hal yang sangat lucu. Namun dari kacamata yang berberbeda, melihat mereka berani tampil sebagai pemeran adalah salah satu keindahan dan keajaiban yang luar biasa.   

Natal 2022 kali ini mengangkat tema  “Pulanglah Mereka ke Negrinya Melalui Jalan Lain.” Tema tersebut diangkat dari bacaan Alkitab yang terdapat dalam Matius 2: 1-12 yang menceritakan kisah orang Majus.

Tema Natal ini mengandung makna bahwa keanekaragaman merupakan anugerah Allah yang harus disyukuri, dirawat dan dikembangkan.

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) hanyalah salah satu dari sekian banyak keanekaragaman anugerah Allah. Dalam hal ini sudah banyak Gereja yang membuka jalan berbeda untuk dapat dilalui oleh mereka yang memerlukan perhatian khusus agar kembali pulang kepada Gereja.

Sekitar 2 minggu lalu, Romo Edy Wiyanto, Pr yang merupakan Kepala Kantor Yayasan Dinamika Edukasi Dasar atau Sekolah Eksperimental Mangunan mengirimkan pesan WhatsApp dimana Youtube Sekolah Eksperimental Mangunan (www.youtube.com/@sekolaheksperimentalmangun2613) memperkenalkan program terbarunya. Sebuah program berupa “Narasi dan Inspirasi melalui Bahasa isyarat”. Tujuan dari program tersebut diharapkan dapat memfasilitasi orang dengan disabilitas, terutama orang Tuli untuk berbagi wawasan.   

Screenshoot Youtube Sekolah Eksperimental Mangunan

Seperti Sekolah Eksperimental Mangunan yang memfasilitasi orang dengan disabilitas tuli, Gereja St. Ignatius Loyola Jalan Malang juga setia memfasilitasi mereka yang rindu akan Ekaristi dalam Misa Mingguan Anak Berkebutuhan Khusus di setiap minggu ke-4 dalam bulan.

Melihat kedua moment diatas, saya semakin yakin banyak dari kita yang mulai menyadari akan keanekaragaman anugerah Allah.

Pada perayaan Natal tahun ini dan dari tulisan saya ini, diharapkan akan semakin banyak Pemerintah, Gereja, Lembaga dan Individu yang membuka jalan untuk mereka yang berkebutuhan khusus. Meberikan fasilitas bagi mereka yang memiliki disabilitas. Bersedia membuka dan turut menyusuri jalan bersama mereka yang berkebutuhan khusus.

Menjadi berbeda adalah keanekaragaman Anugerah Allah.

Memilih jalan lain adalah pilihan untuk kembali kepada Allah.

Semoga damai sukacita Natal selalu beserta kita semua.

Recommended Articles