30 September 2020, 9PM WIB. (Flashback)
After little coding, ngerapihin memory card smartphone dan editing video ala kadarnya.
Me : (Buka Kalender, Note Daftar Gua Maria Jogja-Jawa Tengah” dan Voucher hasil refund penerbangan masa pandemi sambil ngebatin) “Awal bulan oktober ok nih. So, nyetir atau terbang? Jadi gimana Tuhan?”
God : NO DEAL.
Me : Siap!!
-NEGOSIASI BERAKHIR-
Buat anda para pecinta film korea pasti tidak asing dengan sebuah film berjudul “The Negotiation“. Film misteri kriminal yang dibintangi seorang aktor “ahjussi rasa oppa” Hyun Bin.

Film ini berfokus kepada seorang negosiator yang diutus untuk melakukan negosiasi untuk menyelamatkan sandera. Pada film ini sang negosiator berusaha dengan sangat kuat melakukan pendekatan, membaca pribadi penyandra untuk dapat mencari jalan keluar dan bahkan memohon belas kasihan agar para sandera dapat selamat.
Seorang negotiator biasanya menawarkan beberapa opsi untuk menemukan jalan keluar. Dan dalam hasil negosiasi hanya ada 2 pilihan : Deal Or No Deal dan tidak ada kata We’ll See.
Pada umumnya orang akan menggunakan kata memohon kepada Tuhan. Lalu apakah negosiasi tidak dapat dilakukan kepada Tuhan? WHY NOT?
Membuka kembali pada kitab kejadian, terdapat percakapan Tuhan dengan Abram dimana Tuhan memberikan janji tentang keturunannya. Apakah Abram memohon?
“Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu. Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku.” (Kej 15 : 2-3) Abram sedang ber-NEGOSIASI.
Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: “Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu.” (Kej 15 : 4)
DEAL. NEGOSIASI BERAKHIR.

Lalu apa maksud negosiasi dengan Tuhan? Negosiasi dengan Tuhan artinya meminta belas kasihan Tuhan. Dalam negosiasi ada keinginan, ego dan keputusasaan. Namun dalam negosiasi harus juga disertakan kerendahan hati, pendekatan secara relasi bukan memaksakan kehendak.
Negosiasi dengan Allah belum tentu memiliki arti yang negatif seakan-akan melawan kehendak Allah. Justru dari sebuah negosiasi kita dapat melihat bahwa Allah adalah pribadi yang sangat terbuka untuk didekati, pribadi yang memandang sebuah relasi, asyik dan tidak kaku, juga penuh prinsip. Keputusan Allah tidak akan pernah abu-abu.
DEAL OR NO DEAL.
