GUA MARIA KENDALISODO

Don’t climb mountains so that people can see you. Climb mountains so that you can see the world. -David McCullough Jr

Bawen, 28 October 2020 14.35 PM (Perhentian 2)

Setelah melakukan ziarah pertama kami (Saya dan Partner) di Gua Maria Kerep Ambarawa, kami pun menuju tempat berikutnya yaitu Gua Maria Kendalisodo. Saat mengumpulkan beberapa daftar Gua Maria di Jawa Tengah, bukan tanpa alasan saya memilih tempat tersebut. Awalnya memang tempat ini terdengar tidak familiar. Namun karena jaraknya yang sangat dekat dengan Gua Maria Kerep Ambarawa membuat saya tertarik untuk berkunjung kesana.

Setelah mengumpulkan beberapa informasi terkait jam operasional dan kondisi medan menuju kesana dari postingan Instagram beberapa orang, maka kami pun memutuskan untuk segera menuju kesana sebelum matahari tenggelam. (Pada akhirnya saya mengerti kenapa jika hendak kesana disarankan saat matahari masih bersinar haha)

Lokasi Gua Maria Kendalisodo berada di Glodogan, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Jalan untuk menuju lokasi itu sendiri terbilang cukup sempit. Bila dari Gua Maria Kerep Ambarawa perkiraan waktu yang diperlukan untuk dapat sampai kesana menurut google map adalah sekitar 23-25 menit. Namun karena kondisi lalu lintas yang saat itu tidak begitu padat jadi kami dapat sampai kesana dengan waktu tempuh 15 menit saja. (Mungkin juga karena faktor pengemudi yang lihai haha)

Setelah memarkirkan kendaraan dan memperisiapkan kembali perlengkapan doa tibalah kami bergegas menuju ke pelataran doa Gua Maria Kendalisodo. O iya sebagai informasi untuk tempat parkir mobil masih terbilang cukup sempit, mungkin hanya muat 4-5 mobil.

Saat hendak menuju ke arah Gua, kebingungan kami pun dimulai. Jujur saja itu pertama kali bagi kami, dan kami tidak menemukan papan atau penunjuk arah apapun juga kemana kami harus pergi. Dengan mengikuti insting dan disertai dengan pertolongan para malaikat Allah (Ciee…) kami pun mencoba peruntungan dengan memilih salah satu jalan. (Jeng…jeng..) Ternyata yang kami pilih adalah kumpulan anak tangga untuk Jalan Salib. (Walaupun pada akhirnya nanti kami tahu bahwa ada jalan yang lebih mudah haha)

Kumpulan Anak Tangga

Medan perjalanan yang kami tempuh menuju pelataran doa adalah kumpulan anak tangga yang mendaki keatas. Yes!! KEATAS, dan tidak ada jalan datar (Ha.ha.ha). Sebagai informasi untuk para pembaca yang akan mengunjungi Gua Maria Kendalisodo, mohon untuk dapat mempersiapkan fisik. Kami yang saat itu sungguh sangat nekat mendaki dalam keadaan perut kosong (Hahaha). Pada pertengahan perjalanan kami berhenti sejenak dan mencoba mengatur nafas. Maklum saya yang olahraganya hanya naik turun tangga kantor yang cuma 3 lantai, jalan kepasar, dan memasak didapur, tiba-tiba harus mendaki kumpulan anak tangga. (Lumayan melatih cardio)

Mengatur Nafas Sejenak

Setelah sampai pada anak tangga teratas akhirnya sampai juga kami di pelataran doa. Dan perjuangan memang tidak akan pernah menghianati pemandangan :D. Gua Maria Kendalisodo, tempat doa yang tenang, asri, rindang, udara yang sejuk, pokoknya luar biasa.

Saat kami tiba, ditempat itu kami hanya bertemu dengan seorang bapak penjaga, 2 orang bapak-bapak yang mungkin habis ziarah juga dan juga sepasang pria dan wanita (mungkin pasangan kekasih atau suami istri) yang sedang berdoa bersama.

Gua Maria Kendalisodo

Tanpa berlama-lama kami pun langsung berdoa. Saat ditengah-tengah darasan rosario, saya mendengar partner saya sedikit terisak. Saya hentikan sejenak darasan rosario saya dan segera mengambil tissue didalam tas untuk saya berikan kepadanya.

Hai my travel mate. Apapun yang kamu doakan saat itu, percayalah Allah selalu mendengar lebih dari apa yang kamu ucapkan. Ingatlah juga bahwa tangismu akan Allah ubahkan menjadi sebuah kebahagiaan dan segala sesuatunya akan indah pada waktunya. KARENA KAMU YANG LETIH LESU DAN BERBEBAN BERAT DISINILAH KAMU AKAN MEMPEROLEH KELEGAAN.

Setelah menyelesaikan doa, kami pun bergegas untuk beranjak karena harus meneruskan perjalanan kami berikutnya sebelum matahari tenggelam. Saat kami ingin pergi datang 1 keluarga yang akan berdoa juga. Dan dalam keluarga itu ada seorang lansia yang turut serta. Wow… luar biasa perjuangan oma/mbah/eyang. Salut bisa naik ketempat ini. (Ha.ha.ha)

O iya sebagai informasi di Gua Maria Kendalisodo ini, bapak yang menjaga juga menjual kaos untuk pembangunan. Penjualan kaos berada didekat anak tangga teratas. Dengan membeli kaos tersebut, anda para peziarah telah berdonasi untuk pembangunan. 🙂

Donasi Pembangunan

Perjalanan menuju ketempat parkiran bisa dikatakan sangat mudah, karena kami hanya perlu menuruni kumpulan anak tangga. Disinilah kami baru tahu bahwa ada jalan bercabang yang ternyata jaraknya sangat pendek dari tempat parkiran.

Kami hanya bisa tertawa bersama dan tetap bersyukur. Terima kasih Tuhan, sudah memperkenankan kami untuk menemani Tuhan dalam perjalanan salib yang sesungguhnya. 🙂 KARENA PERJUANGAN TIDAK AKAN PERNAH MENGHIANATI HASIL.

Tim Sukses Pendakian

15.45 PM

Next. ROSA MYSTICA!!!

Gass Poll, mba!!

Recommended Articles