BATTLE OF AMBARAWA

Tak ada yang lebih kuat dari kelembutan, tak ada yang lebih lembut dari kekuatan yang tenang. -Jenderal Soedirman

Jakarta, 7 November 2020

Ambarawa. Salah satu dari banyak tempat yang menjadi saksi dari perjuangan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan Ambarawa adalah kota yang saya pilih sebagai perhentian pertama dari perjalanan spiritual saya.

Pemandangan Gunung Merbabu, Telomoyo dan Danau Rawapening dari Ambarawa. Image via: wikipedia

Dalam tulisan ini, saya akan bercerita sedikit tentang sejarah kota Ambarawa dan apa saja yang ada didalamnya. Karena saya bukan ahli sejarah ataupun warga asli kota tersebut, maka segala sesuatu yang akan saya tulis, akan saya kutip dari beberapa sumber tulisan yang pernah ada.

Ambarawa merupakan sebuah kota kecamatan yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pada era kerajaan Mataram (Amangkurat II) kawasan ini bernama Limbarawa. Ambarawa juga disebut sebagai kota Palagan Ambarawa, dan terdapat Museum Palagan Ambarawa, Museum Kereta Api Ambarawa dan Benteng Willem I.

Palagan Ambarawa sendiri merupakan peristiwa sejarah yang paling terkenal di Ambarawa. Palagan Ambarawa adalah sebuah peristiwa perlawanan rakyat terhadap Sekutu yang terjadi di Ambarawa. Dalam perang dunia II Sekutu yang dimaksud adalah kumpulan dari beberapa negara yang bersatu berperang bersama melawan Blok Poros (Jerman, Italia dan Jepang). Dari sekian banyak negara yang bersatu, Sekutu sendiri memiliki 4 anggota negara besar seperti Amerika Serikat, Britania Raya, Uni Soviet dan Tiongkok.

Pada awalnya tentara Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Bethell mendarat di Semarang dengan maksud mengurus tawanan perang dan tentara Jepang yang berada di Jawa Tengah. Kedatangan Sekutu ini mulanya disambut baik, bahkan Gubernur Jawa Tengah Mr. Wongsonegoro menyepakati akan menyediakan bahan makanan dan keperluan lain bagi kelancaran tugas Sekutu, sedang Sekutu berjanji tidak akan mengganggu kedaulatan Republik Indonesia.

Namun, ketika pasukan Sekutu dan NICA telah sampai di Ambarawa dan Magelang untuk membebaskan para tawanan tentara Belanda, para tawanan tersebut malah dipersenjatai sehingga menimbulkan kemarahan pihak Indonesia. Insiden bersenjata timbul di kota Magelang, hingga terjadi pertempuran. Di Magelang, tentara Sekutu bertindak sebagai penguasa yang mencoba melucuti Tentara Keamanan Rakyat dan membuat kekacauan. Setelah sebelumnya terpukul mundur, pasukan Sekutu secara diam-diam meninggalkan Kota Magelang menuju ke benteng Ambarawa dan membuat kekacauan juga disana.

Jadi singkat cerita, Palagan Ambarawa ini ibarat perjuangan Istri sah yang lagi ngelabrak pelakor yang merupakan temannya yang Ia terima sendiri dirumahnya. Dan dalam cerita ini, Istri sah lah yang menjadi pemenangnya. (Korban Sinetron)

Kemenangan pertempuran ini, kini diabadikan dengan didirikannya Monumen Palagan Ambarawa dan diperingatinya Hari Jadi TNI Angkatan Darat atau Hari Juang Kartika.

Monumen Palagan Ambarawa. Image via: gambarviralhd

Sumber Sejarah : Wikipedia

Selain daya tarik karena sejarahnya, Ambarawa sendiri memiliki beberapa daya tarik lain sebagai tempat wisata. Baik wisata sejarah, wisata alam maupun wisata rohani. Adapun beberapa tempat wisata yang terkenal di Ambarawa adalah sebagai berikut :

  1. Monumen Palagan Ambarawa
  2. Benteng Willem
  3. Museum Kereta Api Ambarawa
  4. Candi Gedong Songo
  5. Danau Rawa Pening
  6. Goa Maria Ambarawa
  7. Wana Wisata Penggaron
  8. Bandungan
  9. Pemandian Muncul
  10. Eling Bening
  11. Pasar Kriya

Sumber : NativeIndonesia.Com

Dari sekian banyak daya tarik pilihan tempat wisata, pilihan saya pun jatuh kepada Goa Maria Ambarawa. Dan dari tempat ini PERJUANGAN saya pun dimulai.

Goa Maria Ambarawa. Image via: trepelin.com

Recommended Articles