Pray as though no work could help, and work as tough no prayer could help. -German Proverbs
Hotel Laras Asri Salatiga, 29 October 2020 04.30 AM
Setelah seharian pada hari sebelumnya saya dan partner melalui berbagai petualangan, membuat saya seperti tidak ingin beranjak dari tempat tidur yang nyaman. Hangat dekapan selimut seperti menjadi daya tarik sendiri. Sejenak saya mengatur nafas, merancang kembali to do list dipikiran saya satu persatu dan perlahan saya mencoba membuka mata.
Terlihat partner saya di tempat tidur sebelah masih dalam lelapnya. Mungkin ia masih lelah, tidak hanya fisik namun juga hatinya. Biarkanlah ia melanjutkan istirahatnya sejenak.
Semalam kami tidur memang cukup malam setelah menyelesaikan misi di Gua Maria Rosa Mystica. Sebenarnya kami ingin menghabiskan malam untuk wisata kuliner di kota Salatiga. Namun karena kondisi cuaca yang sebagian wilayah masih diguyur hujan dan raga yang sudah memberikan sinyal untuk beristirahat, maka kami memutuskan untuk mencari makan malam rapelan siang disekitar tempat kami menginap. Setelah itu kami segera menuju ke tempat penginapan.
Karena masa pandemi, sesampai ditempat penginapan kami juga tidak dapat langsung merebahkan tubuh. Beberapa protokol kesehatan pun harus kami jalankan sebelum dapat beristirahat.
Perlahan saya turun dari tempat tidur, mengambil rosario dan mulai mendaraskannya. Setelah mengakhiri darasan rosario dan melihat waktu yang masih sangat pagi, saya mengambil laptop yang memang sengaja saya bawa. Sembari menunggu misa harian online yang akan tayang pada pukul 06.00 AM, saya pun mengupdate beberapa pekerjaan yang tidak dapat saya kerjakan dihari lalu.
Setelah membalas beberapa email dan mengupdate beberapa pekerjaan saya pun bergegas untuk mempersiapkan diri mengikuti misa online. Karena waktu sudah tidak memungkinkan untuk saya pergi mandi terlebih dahulu, maka saya pun segera mengikuti misa. (Maafkan saya Tuhan yang belum mandi, tapi hati akan tetap terarah pada Mu. Sudah kami arahkah 🙂 )
Setelah menyelesaikan misa online dan membereskan laptop, saya pun bergegas untuk menyegarkan diri dan bersiap memulai aktifitas petualangan. Petualangan kami di hari ke-2 dalam menemukan hal yang teristimewa. (Bukan martabak haha)
Mungkin ada diantara dari kita yang selalu menjadikan hal pekerjaan sebagai yang utama dalam hidup. Hidup hanya untuk bekerja. Bekerja untuk hidup. Hanya dari bekerja maka segala kebutuhan akan terpenuhi. (Saya pernah berada pada fase ini 🙂 )
Mungkin ada diantara dari kita yang menjadikan waktu beristirahat sebagai waktu untuk bersenang-senang (Me Time) tanpa harus menyentuh atau memikirkan pekerjaan apa pun. Ini waktunya istirahat, untuk apa harus pusing memikirkan pekerjaan. Santai seharian tanpa harus mengerjakan apapun juga. (Saya juga pernah berada pada fase ini 🙂 )
Mungkin ada diantara dari kita yang menjadikan hal berdoa sebagai satu-satunya pegangan untuk dapat hidup. Tenang saja, Tuhan yang memelihara untuk apa kita harus takut? Rejeki itu semua Tuhan yang atur. Tidak perlu bekerja nanti juga Tuhan yang akan cukupkan. (Sesaat saya hampir akan masuk kedalam fase ini)
Saat mengalami fase-fase diatas, banyak hal pergumulan yang saya rasakan. Berulang kali saya mencari. Apakah yang hilang dari diri saya? Seperti ada yang kosong tapi bukan gelas. (Cie… ) Setelah mencoba menata kembali pecahan puzzle dalam hidup, akhirnya saya menyadari bahwa saya kehilangan sebuah “JIWA“.
Sesungguhnya hal bekerja, beristirahat dan berdoa adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Tuhan memberikan kita talenta dalam pekerjaan agar kita dapat berkarya dan bertumbuh. Menjalankan seluruh tanggung jawab yang kita miliki.
Tuhan juga memberikan kita waktu beristirahat agar kita sadar untuk dapat melepaskan kelelahan jasmani dan rohani.
Tuhan sudah memberikan semua hal itu kepada kita dengan cuma-cuma. Bukankah sudah seharusnya kita bersyukur atas semua kemurahan Kasih Tuhan melalui doa-doa yang kita daraskan?
Berjalanlah bersama ketiga Kasih Tuhan itu. Coba dan rasakan. Perlahan saya dan anda akan kembali menemukan sebuah “JIWA” yang hilang.

07.30 AM
“Jam berapa ini? Mba udah mandi?“
“Haha udah. Yuk mandi, habis itu sarapan, check out.“
