Hati Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak.
Mar 8 : 2
Hari Orang Sakit Sedunia (HOSD) atau World Day of the Sick merupakan hari peringatan bagi seluruh orang sakit yang ada di dunia. HOSD selalu menjadi perhatian bagi seluruh Rumah Sakit serta lembaga-lembaga kesehatan Katolik di dunia.
Riwayat peringatan HOSD yang selalu diperingati setiap tanggal 11 Februari ini berawal dari ajakan Sri Paus Yohanes Paulus Ke-2 melalui sebuah surat pada tanggal 21 Oktober 1992. Dalam suratnya, Sri Paus menentukan tanggal 11 Februari yang juga bertepatan dengan peringatan Penampakan Bunda Maria di Lourdes untuk mengajak seluruh umat kristiani memperhatikan orang sakit.
Tahun ini Rumah Sakit Carolus, Salemba Jakarta Pusat bekerja sama dengan beberapa lembaga kesehatan, gereja dan komunitas seperti Legio Maria mengadakan Misa HOSD yang diselenggarakan pada 11 Februari 2023 di Ruang Stella Maris GMCB, Rumah Sakit Carolus, Salemba Jakarta Pusat.
Misa secara selebran yang dipimpin oleh Bapak Uskup Kardinal Suharyo ini mengusung tema
“RAWATLAH DIA BELAS KASIH SEBAGAI REKSA PENYEMBUHAN SINODE.”
Misa peringatan HOSD diadakan secara offline untuk pertama kalinya setelah masa pandemi. Sama seperti sebelum masa pandemi Legio Maria turut serta melayani dalam proses pelaksanaan. Dalam hal ini Legio Maria turut serta membantu dalam proses penjemputan pasien dari bangsal perawatan menuju Ruang perayaan Misa.
Bagi saya pribadi terlibat secara langsung dalam Misa peringatan HOSD adalah hal yang pertama. Hadir lebih awal dan menerima tugas penjemputan pasien membuat hati saya sedikit gelisah. Ada perasaan bagaimana saya harus memperlakukan orang sakit dengan baik atau dengan perlakuan khusus. Dalam hal ini sebagai Legioner juga diharapkan membawa wajah dan hati Maria dalam setiap tingkah laku kami sendiri dalam pelayanan.
Perayaan Ekaristi yang dihadiri oleh perwakilan orang sakit, petugas medis, dan semua yang terlibat dalam kesehatan berlangsung dengan baik.
Dalam homilinya, Bapak Uskup Kardinal Suharyo juga menyampaikan beberapa hal terkait HOSD. Berikut ringkasan homili Bapak Uskup Kardinal Suharyo :
Sudah sepatutnya kita bersyukur kepada Tuhan, karena sejak 31 tahun yang lalu Gereja menyediakan HOSD. Kita diajak untuk menggunakan HOSD ini secara khusus berdoa bagi saudara kita yang sedang sakit. Kita juga diajak berdoa untuk keluarga, komunitas, dimana anggotanya ada yang sakit. Kita juga diajak berdoa bagi semua pelayan kesehatan, para dokter, perawat, rumah sakit dan siapa pun dengan cara apapun terlibat dalam pelayanan kesehatan.
Harapannya keluarga dan komunitas kita menjadi tempat yang meneguhkan dan menguatkan anggota yang sedang sakit. Dengan melayani saudara kita yang sedang sakit semoga kita juga beroleh kegembiaran dan kebahagiaan karena boleh menampilkan wajah Allah yang berbelas kasih.
Pada Pesta Maria dari Lourdes, HOSD juga diharapkan terjadi berbagai macam mujizat penyembuhan. Pada hari ini pun berkat doa-doa kita yang didengarkan oleh Tuhan, penyembuhan dalam arti yang seluasnya dapat kita alami.

HOSD menjadi sangat pribadi karena diprakarsai oleh Sri Paus Yohanes Paulus Ke-2. Pada tahun 1991, Sri Paus Yohanes Paulus Ke-2 di diagnosa mengidap penyakit Parkinson. Awal yang menandai perjalanan panjang beliau sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik. Karena pengalaman itu beliau merenungkan apa yang bisa beliau bagikan dari pengalaman pengidap penyakit Parkinson. Dalam perenungannya akhirnya beliau menggambil keputusan untuk mengadakan HOSD yang dimulai pada tahun 1992.
Secara umum sakit adalah pengalaman manusiawi yang biasa. Semua orang pernah mengalami sakit atau akan mengalami sakit. Tetapi bagi sebagian lain ketika mengalami sakit, sakit sekecil apapun ada perasaan yang tidak biasa dalam diri mereka. Ketika penyakit itu begitu menggangu keadaan, tidak jarang orang yang sakit sampai kepada pertanyaan iman. Mengapa Allah membiarkan saya mengalami sakit semacam ini? Pergumulan pribadi, pergumulan iman.
Oleh karena itu HOSD dijadikan kesempatan untuk menemukan makna dari pengalaman sakit itu bagi saudara kita sendiri yang mengalami sakit, bagi keluarga, bagi komunitas dan bagi semua pelayan kesehatan.
Sri Paus Yohanes Paulus Ke-2 juga mengajak sampai akhir supaya lembaga lembaga Gereja memberi pendampingan rohani, pendampingan pastoral dan mengajak semakin banyak pribadi beriman untuk memberikan waktu, perhatian dan kemampuan yang sebaik-baiknya untuk merawat yang sedang sakit.
Untuk tahun ini tema yang ditawarkan oleh Paus Fransiskus mengajak Gereja Katolik seluruh dunia untuk membangun Gereja Sinodal. Sinodal / sinode artinya berjalan bersama-sama. Harapannya menjadi kesempatan bagi kita anggota Gereja Katolik untuk menyadari agar kita semua bersama-sama berjalan menapaki peziarahan iman kita.
Buah yang diharapkan dari hal tersebut adalah persekutuan, keterlibatan dan misi. Ketika kita sungguh berjalan bersama-sama maka persaudaraan, persekutuan itu akan tercapai. Dan ketika persekutuan semakin bertumbuh, dengan sendirinya keterlibatan didalam hidup persatuan itu juga akan berkembang. Sehingga kita sebagai murid-murid Kritus diutus dalam sebuah misi.
Di dalam suratnya pada HOSD tahun ini, Paus Fransiskus sekali lagi menampilkan orang samaria yang baik hati tergerak hatinya oleh belas kasihan ketika melihat orang yang terluka di tinggalkan ditengah jalan. Pada bacaan injil juga di ungkapkan bahwa Yesus tergerak hati nya oleh belas kasihan. Dalam hal ini nasihat Paus Fransiskus sudah sangat jelas. Kita diajak seperti orang samaria yang baik hati itu dengan merwat orang-orang yang sakit dan memberikan perhatian yang paling baik.
Paus Fransiskus mengatakan realitas orang sakit adalah realitas sehari-hari. Tetapi tidak boleh menjadi realitas yang lewat begitu saja tanpa makna. Kehadiran saudara kita yang sedang sakit adalah panggilan bagi kita. Kita bertumbuh di dalam kepedulian dan belas kasih sehingga kita boleh menampilkan wajah Allah sendiri yang berbelas kasih.
Melalui homili Bapak Uskup Kardinal Suharyo, saya memaknai bahwa tidak hanya sebagai Legioner namun juga sebagai pribadi, baik yang terlibat maupun tidak dalam lembaga kesehatan, sudah sepatutnya dalam hidup kita sehari-hari selalu menampilkan wajah Allah yang berbelas kasih.
Semoga semakin banyak dari kita yang sama seperti orang Samaria yang dapat menampilkan wajah Allah yang berbelas kasih. Ave Maria. Maria Ave.

