AKU ADALAH MILIKMU, YA RATU DAN BUNDAKU.
DAN SEGALA MILIKKU ADALAH KEPUNYAANMU.
Jakarta, 28 Maret 2021 19.30 PM
ACIES merupakan sebuah kata dari bahasa latin yang berarti pasukan yang siap bertempur. Dalam Legio Maria, Acies merupakan upacara penyerahan diri kepada Bunda Maria. Misa Acies yang dirayakan sekali dalam setahun ini, wajib dihadiri oleh setiap legioner, baik itu anggota aktif maupun auxiler.
Pada Misa Acies, para legioner akan berkumpul untuk memperbaharui janji kepada Bunda Maria. Dengan mengucapkan penyerahan diri “AKU ADALAH MILIKMU, YA RATU DAN BUNDAKU. DAN SEGALA MILIKKU ADALAH KEPUNYAANMU.” ,para legioner akan menerima kekuatan dan berkat dari Bunda Maria sebagai bekal untuk pertempuran selama satu tahun yang akan datang dalam melawan kekuasaan jahat.
Pada tahun ini dimana seluruh umat manusia didunia masih berjuang melewati masa pandemi, Legio Maria Kuria Maria Ratu Rosari Jakarta dan seluruh Presidium yang berada dibawah naungan Legio Maria Senatus Bejana Rohani, dapat merayakan Misa Acies bersama baik secara online dan offline.
Misa Acies yang telah dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Maret 2021 di Gereja Santa Theresia Menteng Jakarta, membawa tema “MENYADARI HIKMAT ALLAH DALAM DIRI MARIA”. Dalam homili Misa Acies, Rm. Johannes Hariyanto, SJ sebagai pemimpin Misa, mengajak seluruh legioner untuk menumbuhkan keyakinan akan penyertaan Bunda Maria dalam menjalankan tugas dan pernanannya dalam melewati masa-masa sulit dimana Legio Maria semakin memantapkan langkahnya menuju usia 100 tahun. Dalam hal ini Rm. Johannes Hariyanto, SJ menggaris bawahi 2 hal sebagai bekal keyakinan para legioner menjalankan tugas-tugasnya antara lain :
- Menumbuhkan kekuatan akan doa pribadi.
Bergabung dengan Legio Maria berarti mengikat diri untuk setia melakukan doa setiap hari dimana hal ini menjadi ciri khas Legio Maria dari dulu, sekarang dan diwaktu yang akan mendatang. Terutama pada masa sekarang ini, bahwa kita sungguh-sungguh membutuhkan manusia-manusia pendoa.
2. Semangat pelayanan.
Ungkapan pelayanan ini merupakan jawaban yang sesuai bagi orang-orang yang mengalami kesulitan. Bagi legioner pelayanan menjadi keinginan untuk hadir bagi orang-orang yang mungkin terlupakan. Mereka yang sakit, usia tua dan karena ketidak mampuan melakukan hal tertentu.
Pada bacaan Injil yang juga bertepatan pada Hari Raya Minggu Palma, turut memperlihatkan Yesus mengutus kedua muridNya untuk membatu mempersiapkan kedatangan Yesus dengan mengambil tumpangan (Keledai) agar Yesus dapat masuk kekota. Sama seperti kedua murid Yesus, Legio Maria juga menerima tugas dengan mempersiapkan orang-orang untuk sampai kepada Yesus melalui Maria.

Menjelang usia 100 tahun Legio Maria, para legioner dihadapkan kepada tantangan perubahan zaman. Terdapat tantangan dan keterbatasan yang dihadapi khususnya pada masa pandemi. Dalam hal ini Legio Maria dituntut pula untuk berubah. Legio Maria harus pandai membaca arah perubahan dan tantangan dari perkembangan zaman dengan tetap membawa semangat pelayanan yang tidak berubah.
Dengan menyadari hikmat Allah dalam diri Maria dan dengan semangat pelayanan, para legioner diajak untuk menunjukan KASIH TUHAN melalui Bunda Maria. Meminta hikmat Allah melalui DOA dalam menjalankan tugas Legio dan dengan SEMANGAT KERENDAHAN HATI, membuat pelayanan dapat hadir dan dirasakan lebih nyata bagi mereka yang terlupakan dan dapat menjawab tantangan dari perubahan zaman.
Melalui Misa Acies, para legioner sebagai Prajurit Maria diharapkan semakin terpanggil, dikuatkan dan memperoleh hikmat untuk siap sedia bertempur melalui DOA, KASIH, PELAYANAN dan KERENDAHAN HATI.
