“Siapakah Puteri itu yang datang sebagai fajar menyingsing kemerah-merahan, indah penaka bulan, gemerlap laksana surya , dahsyat bagaikan bala tentara yang siap sedia bertempur ?”
Jakarta, 14 November 2020
Di malam minggu yang indah, bersama dengan pengharapan dan berkantong-kantong senyuman sebagai perbekalan, membawa semangat Maria, Maryam dan para saudaranya menyusuri jalanan “Ibu Kota” untuk mencari wajah kesedihan.
Sedari pagi, Maria dan beberapa saudaranya sudah mempersiapkan perbekalan. Saat sedang bersiap-siap, tampak Maryam sahabat karib Maria menghampiri Maria.
“Maria, Maria. Apa yang sedang kau perbuat sedari pagi?”
“Hai Maryam. Aku sedang mempersiapkan perbekalan bersama para saudaraku untuk perjalanan kami mencari wajah kesedihan. Apakah kau ingin turut serta?”
“Dengan senang hati Maria. Mari aku bantu. :)”
Maria dan saudarinya menyadari masih banyak wajah kesedihan di kota itu. Dengan penuh keyakinan, mereka berharap dapat mengubah wajah kesedihan dengan perbekalan yang mereka bawa. Mereka juga tahu bahwa tidak semua wajah kesedihan dapat mereka capai.
Maria bersama Maryam mulai berpencar menjadi 2 bagian dengan para saudaranya. Mereka bekerja sama untuk dapat menyentuh beberapa daerah di kota itu. Sesaat mereka mengalami kesulitan dalam menemukan wajah kesedihan. Terkadang mereka juga melewatkan wajah itu begitu saja. Sedikit ada sesal tak tercapai. Namun mereka tetap optimis dapat menemukan wajah kesedihan yang lain.
Terlintas dalam hati mereka, mungkin mereka belum sepenuhnya menyerahkan diri kepada kehendak Allah. Mereka pun mulai berserah kepada kehendak Allah. Biar Allah yang menunjukan kemana mereka harus melangkah. (FIAT VOLUNTAS TUA)
Setelah berjalan berkeliling, tidak terasa perbekalan mereka mulai menipis. Salah satu saudara Maria pun berkata :
“Ini adalah perbekalan kita yang terakhir. Mari kita bertemu didepan rumah Allah. Kita pasti akan menemukan wajah kesedihan didepan rumah Allah.”
Setelah menghabiskan perbekalan tepat didepan rumah Allah, bersoraklah mereka semua. Maria, Maryam sahabat karib Maria dan para saudaranya merayakan sebuah kemenangan. Mereka berhasil menghantarkan perbekalan yang sudah mereka siapkan sedari pagi.
Dalam ucapan syukur kepada Allah; Maria, Maryam dan para saudaranya tersenyum dan berpelukan. Terima Kasih semua, sudah membagikan “SENYUMAN MARIA” 🙂
Puji Tuhan. Alhamdulillah.
-Legio Maria, Presidium Porta Caeli Jalan Malang Jakarta.-
